Posted by: spiritualkundalini | December 9, 2009

Tirta Yatra ke Pura Indrakusuma Negara

Tirta Yatra ke Pura Indrakusuma Negara

Pada tanggal 29 Nopember 2009 Yayasan Spiritual Dharma Sastra bersama-sama murid-murid spiritual kundalini mengadakan Tirta Yatra ke Pura Indrakusuma, Negara. Pura ini terletak di Desa Candikusuma, Negara 2-3 jam perjalanan dari kota Denpasar atau kurang lebih 115 km dari kota Denpasar. Pada tirta yatra kali ini Guru Sejati Kundalini Bapak Putu Ngurah Ardika yang juga merupakan pembina Yayasan Spiritual Dharma Sastra dan didampingi oleh Ibu Dayu Inten Ganetri mengajak segenap murid-murid spiritual kundalini yang hadir untuk bersama-sama mendoakan kerahayuan jagat.

pura indrakusuma negaraSaat ini kita sebagai insan Tuhan harus senantiasa ingat mendoakan alam keselamatan alam sekitar kita agar terhindar dari segala bencana, memperoleh keselamatan, tentram dan tetap terjaga kesuciannya. Dalam setiap kesempatan tirta yatra Bapak Ngurah Ardika selalu mengajak para muridnya untuk selalu mendoakan dan memohon untuk tidak hanya bagi diri sendiri tapi juga mendoakan keluarga, keluarga besar, para leluhur, dan juga mendoakan kesuburan, keselamatan dan kesejahteraan alam ini. Karena sesungguhnya setiap orang wajib untuk menjaga dan memelihara kelangsungan alam beserta isinya. Makin sering kita mendoakan alam sebenarnya makin memberikan manfaat positif bagi kita.

jeroan pura indrakusumaJuga ditekankan khusus bagi murid-murid spiritual kundalini dengan melakukan tirta yatra secara tekun akan sangat membantu untuk meningkatkan kesucian diri yang merupakan salah satu aspek terpenting dalam menekuni spiritual kundalini. Berkah yang dianugerahkan Tuhan yang berstana di Pura yang berupa tirta suci dan sinar suci akan menyempurnakan pengetahuan-pengetahuan suci yang selama ini didapatkan. Semakin tekun seseorang yang mendalami spiritual kundalini melakukan tirta yatra kemajuan spiritualnya akan semakin meningkat pesat pula. Segala anugerah pengetahuan yang dimiliki akan disucikan dan disempurnakan dengan berkah dari Tuhan yang berstana di Pura-pura.

dharma wacana di pura indrakusumaSejarah Pura Indrakusuma terkait dengan Perjalanan Ida Pedanda Sakti Wawau Rawuh Secara singkat, dikisahkan perjalanan Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh dari Blambangan (Jawa Timur) menuju Gelgel (Klungkung-Bali), diiringi istrinya yakni Danghyang Istri Sakti yang sedang hamil tua serta putrinya yang bernama Ida Ayu Swabawa. Mereka sempat singgah di Candikusuma, mendarat di tanjung pasir berhutan lebat. Kehadiran mereka diterima oleh dua orang warga bernama Pan Jebah dan Pan Bulus. Ketika baru mendarat di pantai, Ida Ayu Swabawa menyatakan rasa hausnya dan meminta air minum. Ida Pedanda Sakti lalu memuja dan mohon air tawar kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa). Saat itulah muncul air yang bersumber dari dalam tanah dan terus mengalir membentuk sungai kecil. Aliran air tersebut kemudian diberi nama Tukad Danghyang Cerik (sekarang lebih populer dengan nama Tukad Sanghyang Cerik).

Selama persinggahannya itu, Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh juga sempat memberikan tuntunan agama (Hindu) kepada warga setempat, baru kemudian beliau melanjutkan perjalanan ke Gelgel. Oleh karena Danghyang Istri dalam keadaan hamil tua, maka beliau tidak turut ke Gelgel dan memutuskan untuk menetap di Candikusuma. Ida Pedanda Sakti meninggalkan istrinya dengan sebuah keris dan sebuah sumber mata air untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Lokasi tempat tinggal istrinya itu diberi nama Griya Indraloka, sedangkan sumber air yang ditinggalkannya diberi nama Sumur Bulus.

Dengan hanya diiringi oleh putrinya, Ida Pedanda Sakti Wawu Rawuh berangkat menyusuri pantai ke arah timur menuju Gelgel. Berselang beberapa lama, oleh karena tidak kuat dengan angin laut yang cukup besar dan bisingnya deruan ombak, Danghyang Istri memilih pindah tinggal ke arah barat laut dari Indraloka, di tepi Sungai Danghyang Gede di lokasi Pura Dangkahyangan Indrakusuma. Di tempat inilah Danghyang Istri moksa dengan meninggalkan seorang putra bernama Ida Bagus Bajra yang kemudian juga pralina di sana.


Responses

  1. siapakah nama sebenarnya beLiau sebelum tiba di bali? GMN SEJARAH BELIAU sehingga diberi gelar dgn nama itu? terima kasih ya kalau boleh dimana tyang bisa dapatkan bukunya.yhank,s.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: