Posted by: spiritualkundalini | November 21, 2012

Melukat / Penyucian diri di Pura Tirta Empul, Tampak siring, Gianyar

Secara umum melukat (proses penyucian diri) dilakukan untuk tujuan menyucikan jasmani dan rohani atau juga untuk penyucian alam semesta. Sehubungan dengan adany abermacam air suci di mata air Tirta Empul maka menurut Bapak Ngurah Ardika bahwa proses melukat tidak hanya untuk membersihkan jasmani dan rohani tetapi juga dapat untuk tujuan tertentu seperti penyembuhan penyakit, mohon kelancaran rejeki dan sebagainya.

Terhadap banyak orang yang dating untuk meminta oertolongan kepada Bapak Ngurah Ardika maka mereka telah dianjurkan untu melukat sesuai dengan apa yang dilihat sebagai petunjuk dan mendapatkan hasil yang mengembirakan. Diantaranya ada yang sembuh dari penyakit dan adapula yang mendapatkan putra sebagai penerus keturunan

Urutan dan tata cara melukat hanyalah suatu jalan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Setiap orang boleh mengikuti tatacara atau jalan yang diyakini sebagaimana yang telah diterimanya sebagai petunjuk orang-orang yang sebelumnya atau petunjuk dari orang yang dianggapnya patut untuk dipercaya. Berdasarkan petunjuk yang diperoleh oleh Bapak Ngura Ardika urutan melukat tidaklah seperti yang sering kita lihat sebagai urutan dari kiri ke kanan, tetapi pada setiap pancuran ada nomor urutnya. Hal ini dibenarkan oleh beberapa murid beliau yng telah memperoleh kewaskitaan. Metoda ini dapat memberikan hasil yang optimal dan sudah diterapkan oleh Bapak Ngurah Ardika terhadap murid-murid beliau dengan hasil yang memuaskan.

Pada awalnya ketika Bapak Ngurah Ardika mengajarkan murid-muridnya melukat sesuai seperti petunjuk diatas, orang-orang yang sudah biasa melukat disana merasa heran kenapa urutannya tidak mengikuti aturan umum. Setelah dijelaskan bahwa tata cara tersebut untuk mendapatkan hasil tertentu merekapun maklum. Trdmauj beberapa juru foto yang menawarkan foto langsung jadi sudah mencoba dan merekapun mendapatkan hasil sesuai dengan harapan.

guru_kundalini

Sepert tertulis dalam papan petunjuk di luar areal melukat maka setiap orang yang akan melukat di Pura Tirta Empul hendaknya mentaati aturan tersebut. Tidak sepantasnyalah kita mengabaikan aturan yang telah ditetapkan tersebut. Di sana beberapa prejuru desa siap membantu orang yng hendak melukat di mata air Tirta Empul. Selain dari diri kita masing-masing maka dari prejuru desa inilah kita menaruh harapan besar kiranya mata air keramat yang tidak akan pernah kering sampai akhir jaman yang berasal dari sari rembesan 1800 gunung di seluruh penjuru dunia ini akan terjaga kesuciannya. Karena sangat sulitlah menemukan mata air seperti mata air Tirta Empul bahkan dari pengelihatan mata bathin Bapak Ngurah Ardika diselurh dunia tidak ada mata air seunik dan sesuci ini.

Jika Seseorang telah sering melukat maka perlahan-lahan sifat keangkaramurkaannya meulai berkurang seperti nafsu duniawi, kemarahan, keserakahan, keterikatan, kesombongan, kecemburuan dan kebodohan. Dengan demikian perlahan-lahan sifat sejati atman yang bertahta di setiap mahluk akan muncul. Sifat-sifat ini sangat dibutuhkan pada saat peralihan jaman kaliyuga menuju jaman kerta dimana keangkaramurkaan akan digantikan oleh sifat-sifat keTuhanan yang penuh dengan cinta kasih. Dari sinilah Bapak Ngurah Ardika ingin memulai membangun karakter masyarakat menuju ke jaman pencerahan.

Hendaknya ketika melukat di Pura Tirta Empul dengan memakai pakaian sebagaimana layaknya hendak melakukan pebersihan. Berpakainlah seperti adat-istiadat setempat. Kalau laki-laki hendaknya memakai kain dan selendang seperti hendak sembahyang dan wanita memakai kain, baju dan selendang seperti hendak sembahyang. Tidak dibenarkan hanya memakai pakaian dalam saja dan berenang seperti kolam renang. Juga tidak diperbolehkan untuk mandi seperti di rumah dengan menggunakan sabun atau bahkan memeras kain ke dalam kolam sekalipun karena dapat menodai kesucian tempat tersebut.

Tata Cara Melukat di Pura Tirta Empul, Tampak siring, Gianyar

  1. Persiapkan pakaian yang sesuai untuk melukat (melakukan pembersihan)
  2. Haturkan persembahan (pejati, peras daksina, sodaan, canang sari) di tempat yang telah disediakan
  3. Haturkan canang sari disetiap pancuran yang akan digunakan untuk melukat
  4. Duduk hening untuk melakukan sembahyang dan katakana pula seandainya ada permohonan yang diinginkan. Dapat pula Mengikuti doa berikut ini “ Ya Tuhan Yang Maha Suci, Pengasih dan Penyayang, sembah bakti kupersembahkan kepadaMu, hamba mohon restu dengan air suciMu semoga hamba menjadi suci, sehat jasmani dan rohani, selamat di dalam menempuh kehidupan ini.
  5. Turunlah ke kolam untuk melukat di pancuran. Di setiap pancuran panjatkan doa seperti diatas
  6. Cuci muka 3 kali, berkumur 3x dan minumlah sekali selanjutnya dapat melukat sambil cakupkan tangan di dada.
  7. Melukat hendaknya dilakukan dengan tulus agar apa yang dimohonkan kiranya dapat dikabulkan
  8. Setelah selesai ucapkan puji syukur kehadan Tuhan Yang Maha Esa.

bersumber dari buku Tirta Empul karangan Bapak I Putu Ngurah Ardika, S.Sn


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: