Posted by: spiritualkundalini | November 21, 2012

Urutan Pancuran Dalam Melukat di Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Gianyar

Urutan Melukat Bagi Pemula

Bagi pemula melukat dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan segala noda / kotor yang melekat pada diri kita baik itu sifatnya jasmani dan rohani. Segala penyakit yang bersifat kotor dilepaskan, cuntaka maupun beban berat dari kutukan dan sumpah. Oleh karena itu bagi pemula yang sudah berusia diatas 13 tahun maka melukat dilakukan pada pancuran berikut secara berurutan :

  1. Tirta Gering
  2. Tirta Leteh
  3. Tirta Penyakit Berat
  4. Tirta Pelebur Kutukan
  5. Tirta Pelebur Sumpah / Cor

Melukat dilakukan hanya di pancuran diatas sebanyak 3 kali kedatangan melukat barulah dilanjutkan dengan urutan melukat secara umum.

tirta_empul

Urutan Melukat Secara Umum

Dimulai dari Pancuran Tirta Gering dengan tata cara melukat seperti melukat untuk pemula dilanjutkan dengan pancuran yang berfungsi sebagai pembersih atau meningkatkan kesucian jasmani dan rohani. Urutannya berturut-turut sebagai berikut :

  1. Tirta Gering
  2. Tirta Leteh
  3. Tirta Penyakit Berat
  4. Tirta Pelebur Kutukan
  5. Tirta Pelebur Sumpah / Cor
  6. Tirta Sudamala
  7. Tirta Merta
  8. Tirta Penyakit Kulit
  9. Tirta Ketenangan Jiwa
  10. Tirta Rematik
  11. Tirta Gigi
  12. Tirta Sakit Tulang
  13. Tirta Asmara
  14. Tirta Ketenangan Emosi
  15. Tirta Penyakit Pernafasan
  16. Tirta Rambut

Pancuran Tirta Pengentas ada 2 buah digunakan untuk pembersihan orang meninggal sehingga tidak boleh digunakan untuk melukat bagi kita yang masih hidup. Kedua pancuran ini bentuknya lain dengan posisi ornament yang lebih tinggi dibandingkan pancuran lainnya. Para prejuru desa yang sedang bertugas akan memberitahu seandainya ada yang melukat di sana.

Urutan dan tata cara melukat hanyalah suatu jalan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Setiap orang boleh mengikuti tatacara atau jalan yang diyakini sebagaimana yang telah diterimanya sebagai petunjuk orang-orang yang sebelumnya atau petunjuk dari orang yang dianggapnya patut untuk dipercaya. Berdasarkan petunjuk yang diperoleh oleh Bapak Ngura Ardika urutan melukattidaklah seperti yang sering kita lihat sebagai urutan dari kiri ke kanan, tetapi pada setiap pancuran ada nomor urutnya. Hal ini dibenarkan oleh beberapa murid beliau yng telah memperoleh kewaskitaan. Metoda ini dapat memberikan hasil yang optimal dan sudah diterapkan oleh Bapak Ngurah Ardika terhadap murid-murid beliau dengan hasil yang memuaskan

*bersumber dari buku Tirta Empul karangan Bapak I Putu Ngurah Ardika, S.Sn


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: